Kamis, 28 Juli 2016

Arti Lagu "Company" (Justin Bieber)

Lirik lagu: Company
[Chorus]
Can we, we keep
Bisakah kita, kita terus
Keep each other company?
Mendampingi satu sama lain?
Maybe we, can be
Mungkin kita, bisakah
Be each other's company
Menjadi pendamping satu sama lain
Oh company
Oh pendamping

[Verse 1]
Let's set each other's lonely nights
Mari kita atasi malam-malam yang sepi
Be each other's paradise
Menjadi surga bagi satu sama lain
Need a picture for my frame
Butuh foto untuk bingkaiku
Someone to share my reign
Seseorang untuk berbagi kerajaanku
Tell me what you wanna drink
katakan padaku apa yang ingin kau minum
Tell you what I got in mind
kan kukatakan padamu apa yang ada di pikiranku
Oh I don't know your name
oh, aku tak tahu namamu
But I feel like that's gonna change
tapi aku yakin sebentar lagi hal itu akan berubah

[Pre-Chorus]
You ain't gotta be my lover
kau tak harus menjadi kekasihku
For me to call you baby
untuk aku dapat memanggilmu sayang
Never been about no pressure
tak akan pernah ada paksaan
Ain't that serious
tak kan seserius itu

[Chorus]
Can we, we keep
Bisakah kita, kita terus
Keep each other company?
mendampingi satu sama lain?
Maybe we, can be
mungkin kita, bisakah
Be each other's company
menjadi pendamping satu sama lain
Oh company
oh pendamping

[Post-Chorus]
Oooooooooh
Oooooooooh
Oooooooooh
Oooooooooh

[Verse 2]
It ain't about the complications
ini bukan mengenai kerumitan
I'm all about the elevation
Semua tentangku adalah mengenai peningkatan
We can keep it goin' up
kita bisa terus mendaki
Oh, don't miss out on us
oh, jangan lewatkan
Just wanna have a conversation
hanya ingin berbincang-bincang
Forget about the obligations
lupakan kewajiban
Maybe we can stay in touch
mungkin kita bisa tetap berkirim kabar
Oh that ain't doin' too much
oh (permintaanku) itu tidaklah terlalu banyak

[Pre-Chorus]
You ain't gotta be my lover
kau tak harus menjadi kekasihku
For me to call you baby
untuk aku dapat memanggilmu sayang
Never been about no pressure
tak akan pernah ada paksaan
Ain't that serious, no
tak kan seserius itu, tidak

[Chorus]

[Post-Chorus]

[Chorus]
Can be, can be
bisakah, bisakah
Be each other's company
jadi pendamping satu sama lain
Be each other's company
jadi pendamping satu sama lain
Just be each other's company
jadi pendamping satu sama lain
Be each others company
jadi pendamping satu sama lain
Can we, we keep
bisakah kita, kita tetap
Keep each other company?
mendampingi satu sama lain
Maybe we, can be
mungkin kita, dapat
Be each other's company
menjadi pendamping satu sama lain
Oh company
oh pendamping

Rabu, 27 Juli 2016

Contoh Soal TOEFL Structure (no.1)

Mulai dari hari ini hingga seterusnya (entah sampai kapan, semoga saya konsisten), tiap dua hari sekali saya akan memposting 1 soal TOEFL beserta kunci jawaban dan pembahasannya. Sementara ini soal-soal tersebut saya ambil dari berbagai sumber (bila saya qualified, semoga bisa membuat soal sendiri). Bagi teman-teman yang belum memahami penjelasan yang ada, silakan kirim komentar di postingan tersebut agar kita semua bisa belajar bersama. Bila ternyata jawaban atau penjelasan saya keliru, jangan sungkan untuk mengoreksi saya.
Terimakasih sebelum dan sesudahnya.

Langsung saja kita cekidot soal pertama.

1. The Eiffel Tower_______ Paris, France.
a. landmarks
b. is landmarked in
c. is a landmark in
d. is in a landmark
Dari soal di atas, kita bisa melihat ada 2 noun, yaitu nama bangunan/tempat “The Eiffel Tower” dan nama kota “Paris” dan negara “France.” Kalimat tersebut belum lengkap karena tak ada kata kerja maupun to be. Di pilihan jawaban, kita menangkap keempatnya menggunakan “landmark” dengan berbagai format. Sementara itu, “landmark” merupakan noun, oleh karenanya kita membutuhkan to be is (karena The Eiffel Tower itu singular).
A salah karena tak ada to be.
B salah karena noun tidak bisa ditambahkan -ed.
D salah susunannya
Maka jawabannya adalah C karena preposition in harus ditempatkan setelah “landmark.” Jangan lupa, ada penambahan “a” sebelum “landmark” karena kita membutuhkan noun yang singular.

Jumat, 31 Juli 2015

Arti Lagu "Just A Dream" (Nelly)

I was thinking 'bout her, thinking 'bout me
Aku sedang memikirkannya, memikirkanku
Thinking 'bout us, what we gon' be
Memikirkan kita, apa yang harus kita lakukan
Open my eyes yeah, it was only just a dream
Kubuka mataku, ya, ini hanyalah mimpi
So I travelled back down that road
Jadi aku berputar kembali ke jalan itu
Will she come back? No one knows
Akankah ia kembali? Tak ada yang tau
I realize, yeah, it was only just a dream
Aku sadar, ya, ini  hanyalah mimpi

I was at the top and now it's like I'm in the basement
Dulunya aku berada di puncak dan sekarang terperosok di basemen
Number one spot and now she find her a replacement
Nomor satu dan sekarang ia menemukan pengganti
I swear now I can't take it, knowing somebody's got my baby
Aku bersumpah sekarang aku tak bisa meraihnya, mengetahui seseorang telah mendapatkan kekasihku
And now you ain't around baby I can't think
Dan sekarang kau tak ada sayang, aku tak bisa berpikir
I should've put it down, should've got the ring
Seharusnya aku meletakkannya, seharusnya aku memberinya cincin
Cause I can still feel it in the air
Karena sekarang aku masih terkatung-katung
See her pretty face, run my fingers through her hair
Melihat wajah cantiknya, menyisir rambutnya dengan jemariku
My lover, my life, my shawty, my wife
Kekasihku, hidupku, sayangku, istriku
She left me, I'm tied
Ia meninggalkanku, aku terikat
Cause I knew that it just ain't right
Karena kutau, ini tidaklah benar

I was thinking 'bout her, thinking 'bout me
Aku sedang memikirkannya, memikirkanku
Thinking 'bout us, what we gon' be
Memikirkan kita, apa yang harus kita lakukan
Open my eyes yeah, it was only just a dream
Kubuka mataku, ya, ini hanyalah mimpi
So I travelled back down that road
Jadi aku berputar kembali ke jalan itu
Will she come back? No one knows
Akankah ia kembali? Tak ada yang tau
I realize, yeah, it was only just a dream
Aku sadar, ya, ini  hanyalah mimpi

Kamis, 30 Juli 2015

Arti Lagu "Photograph" (Ed Sheeran)

Loving can hurt, loving can hurt sometimes
Cinta bisa menyakiti, cinta terkadang bisa menyakiti
But it's the only thing that I know
Hanya itu yang kutau
When it gets hard, you know it can get hard sometimes
Saat cinta terasa sulit, kau tau cinta terkadang bisa sulit
It is the only thing that makes us feel alive
Hanya inilah yang bisa membuat kita hidup

We keep this love in a photograph
Kita jaga cinta ini dalam sebuah foto
We made these memories for ourselves
Kita membuat memori untuk kita sendiri
Where our eyes are never closing
Dimana mata kita tak pernah tertutup
Hearts are never broken
Hati tak pernah tersakiti
And time's forever frozen still
Dan waktu membeku selamanya

So you can keep me
Jadi kau bisa menyimpanku
Inside the pocket of your ripped jeans
Di dalam saku jins robekmu
Holding me closer 'til our eyes meet
Memegangku erat hingga mata kita bertemu
You won't ever be alone, wait for me to come home
Kau tak kan pernah sendiri, tunggu aku pulang

Senin, 29 Juni 2015

Petualangan Hari Ke-3 di Washington, DC

Washington, DC, 3 Januari 2015 (part-1)
Kelelahan berkeliling Pittsburgh yang amat sangat mengantarkan kami ke dalam buaian mimpi yang indah. Terlebih bis yang kami tumpangi berjalan teramat halus dan lembut, bagai jari jemariku (eh? Masa?). Kami hanya terbangun saat bis sudah mulai memasuki kawasan kota karena jalan bis lebih lambat. Mata kami langsung segar bugar saat bis berhenti di Union Station yang menjadi tempat mangkalnya bis antar-kota-antar-propinsi, bus dalam kota hingga kereta api AMTRAK. Terminal pusat DC ini lumayan besar dan luas meski hanya memiliki dua lantai dimana lantai pertama untuk AMTRAK dan lantai kedua untuk bis. Meski sudah ada sentuhan-sentuhan modern, kami bisa merasakan bau kuno dari tembok bangunan ini. Lantai dua ini tidak sepenuhnya ditutupi dinding sehingga sebagian kawasan memiliki open space dimana angin pagi berhembus kencang, membuat kami menggigil kedinginan dan segera turun ke lantai 1 yang lebih tertutup dan tentunya lebih hangat.

Saat kami turun ke lantai 1, keadaan terminal sangat sepi, hanya segelintir penumpang yang turun bersamaan dengan kami. Lantai ini selain menjadi tempat tunggu dan pemberhentian AMTRAK juga terdapat pertokoan yang menjajakan souvenir hingga makanan. Namun hampir seluruh toko masih tutup padahal perut kami mulai bergemuruh. Karena Subuh masih jam 7, kami masih memiliki dua jam untuk sarapan dan mencari tempat strategis untuk solat. Di salah satu ujung lorong dekat women restroom, kami melihat kesibukan kecil di sana. Ternyata McDonald! Jam 5 sepagi ini, hanya McDonald yang sudah menggeliat bangun dan melayani konsumen. Aku hanya memesan kopi karena kami masih memiliki brownies yang sudah kami pikul di punggung semenjak 3 hari yang lalu. Apalagi dari Pittsburgh, aku juga masih memiliki sisa kebab kambing dan chicken tandoori yang sudah mendingin dan dagingnya liat di gigi. Lumayan, pagi-pagi mulutku sudah olahraga mengunyah ayam alot ini.

Saat kami tengah menyantap sarapan di dalam McDonald, kami mengedarkan pandang melihat siapa saja “teman” kami pagi ini. Ternyata oh ternyata, selain kami, ada sekitar enam orang lainnya; semuanya orang kulit hitam yang sebagian besar berumur 50 tahun ke atas. Mereka semua mengenakan jaket lusuh, sepatu kets kotor, jins belel dan topi rajut penahan dingin. Intinya: mereka seperti gembel jalanan. Entah mengapa, aku merasa familiar dengan penampilan mereka. Saat kulihat dua lelaki di depanku, Bambang dan Suamiku, style mereka hampir sama dengan gembel di sekitar kami!
“Eh…perhatikan deh.. di McD ini kok isinya gembel semua? Mana penampilan mereka mirip kalian lagi!” Ujarku. Bambang dan Suamiku akhirnya memperhatikan dan menyadari bahwa McD buka-buka pagi ini untuk “menyambut” para gembel kelaparan yang tidak punya tempat tidur selain jalanan dan terminal.
“Iya ya.. Kalau di Indonesia, McD itu untuk kaum menengah ke atas. Di sini, ternyata untuk gembel!” Seru Bambang.
“Iya, dan kita termasuk salah satu gembel itu!” Simpulku dan kami terkikik pelan, menyadari nasib mengenaskan ini.